Archive for May, 2006

10 Kiat Menjadi Pribadi yang Disukai

Monday, May 22nd, 2006

kata kunci yang harus diperhatikan dalam
berhubungan dengan orang lain adalah harga diri.Begitu pentingnya harga
diri sehingga tidak sedikit orang yang berani mempertaruhkan nyawanya
demi harga dirinya.Untuk menjadi pribadi yang di sukai, anda harus
terus memuaskan harga diri orang lain karena dengan harga diri yang
terpuasakan, orang bias menjuadi lebih baik,menyenangkan, berprestasi
dan lebih bersahabat.

1. Royallah dalam memberi pujian.

Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia
akan penghargaan dan kalau anda selalu siap membagikan air segar itu
kepada orang lain.anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai
oleh orang lain. Bukalah mata lebar –lebar untuk selalu melihat sisi
baik pada sikap dan perbuatan orang lain lalu pujilah dengan
tulus.PUJIAN TULUS YANG KELUAR DARI HATI DENGAN TUJUAN MENGHARGAI ORANG
LAIN AKAN MENYENANGKAN HATI DAN MENDORONG SEMANGATNYA.

2. buatlah orang lain merasa dirinya sebagai orang penting

tunjukanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang
lain itu penting, misalnya : jangan biarkan orang lain menunggu terlalu
lama, katakanlah maaf atas keterlambatan atau kesalahan Anda, tepatilah
janji, bersikaplah ramah, dsb.

3.Jadilah pendengar yang baik

kalau bicara itu perak dan diam itu emas maka pendengar yang baik
lebih mulia dari keduanya, pendengar yang baik adalah pribadi yang
dibutuhkan dan disukai setiap orang. Berilah kesempatan kepada orang
lain untuk bicara, ajukan petanyaan dan buat dia bergairah untuk terus
bicara, dengarkanlah dengan antusias dan jangan menilai atau menasihati
bila tidak di minta.

4.usahakanlah untuk selalu menyebut nama orang dengan benar

Umumnya orang tidak suka apabila namanya disebut secara tidak benar
atau sembarangan.Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat
pribadi.

Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya
dengan benar. Misalnya: orang yang di panggil “wilyem”: itu ditulisnya
“William”, “wiliam” atau “wilhem” ? sementara bicara sebutlah namanya
sesering mungkin. Menyebut “andre” lebih enak kedengaranya dibandingkan
“anda”. “pak peter” lebih enak kedengarannya daripada sekedar “bapak”.
Begitupun “irma” lebih suka disebut namanya daripada dipanggil “mbak”
atau “elo”.

5.bersikaplah ramah

keramahan memecahkan kebekuan dn kekakuan suasana. Keramahan
membuat orang lain merasa diterima dan dihargai, keramahan membuat
orang merasa betah berada di dekat anda. Keramahan merupakan daya tarik
yang di sukai orang lain.

6.bermurah hatilah

Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidask akan
kekurangan karena berbagi.seorang yang sangat bijak pernah menulis, “
orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri”. Dengan
demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat anda dan di sisi lain
berguan bagi orang lain. Orang yang murah htai lebih mudah dihargai dan
diterima dibandingkan orang yang egois, opelit dan hanya ingin diberi.

7.Hindari kebiasaan mengkritik, mencela atau mengaggap remeh

Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bias membuat
orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak beraahabat. Ingatlah
bahwa umumnya orang tidak suka kelemahannya diketahui oleh orang lain
apalagi diserang.

8.bersikaplah asertif

orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata “ya” tetapi
orang yang biasa berkata “tidak “ bila diperlukan. sewaktu-waktu bisa
saja prinsip atau pendapat anda bersebrangan dengan orang lain. ANDA
TIDAK HARUS MENYESUAIKAN DIRI ATAU MEMAKSA MEREKA MENYESUAIKAN DIRI
DENGAN ANDA . jangan takut untuk berbeda dengan orang lain yang penting
perbedaan itu tidak menyebabkan konflik tetapi menumbuhkan sikap
pengertian. Bagaimana pun sikap asertif sellalu lebih dihargai
dibandingkan dengan sikap “yes man”

9.perbuatlah apa yang anda ingin orang lain perbuat kepada anda

perlakukan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat
menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukan terlebih dahulu. Anda
harus memuklai mengambil inisatif. Bagi sebagian orang tampaknya tidak
mungkin untuk mengorbankan keinginan sendiri dan memberikannya kepada
orang lain namun itulah harga yang harus dibayar untuk menjadi pribadi
yang di sukai.

10.cintailah diri sendiri

mencintai diri sendiri berartyi menerima diri kita apa adanya ,
menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini
berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau
egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin anda
menyukai diri sendiri, semakin mudah anda menyukai orang lain, maka
semakin besar pula peluang yang anda miliki untuk disukai orang lain.
Dengan menerima dam menyukai dirir sendiri anda akan mudah menyesuaikan
diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangnan dan
keterbatasannya, bekerja sama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada
saat yang sama anda memancarkan pesona pribadi yang disukai orang lain.

Betapa berharganya nasehat orang-orang besar yuang bijak.

Betapa tingginya nilai pengalaman orang-orang yang success dalam hidup
                  

OPREC BEM FASILKOM

Monday, May 22nd, 2006

Assalamualaikum wr.wb

Salam Jabat Erat rekan-rekan semuanya.

Pendaftaran
calon pengurus Senat BEM Fasilkom 2006-2007 sudah dibuka. Buat rekan -
rekan yang tertarik untuk bergabung bersama melayani bersama-sama, silahkan
rekan-rekan mengisi form-form yang tersedia di tempat-tempat berikut:

  1. Ruang
         BEM Fasilkom lantai 2 gedung B
  2. Pakom
         depan WC wanita di lantai 2.
  3. Depan
         perpus.
  4. Pakom
         Kantin.
  5. Pakom
         Lab
  6. DLL.

Atau rekan-rekan bisa SMS ke
no : 081514032062 atau email ke javac_abe@yahoo.com
dengan menulis:

DAFTAR BEM
[nama]-[npm]-[login]-[mail]-[pilihan bidang1]-[pilihan bidang 2]

Contoh:
DAFTAR BEM [sonic]-[1204000xxx]-[son40]-

[sonic@yahoo.com]-[humas]-[kastrat]

Bidang yang
ada :

1. Humas
(Hubungan Masyarakat)

2. Kastrat
(Kajian Aksi Strategis)

3. Kestari
(Kesekretariatan)

4. Akesma
(Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa)

5. Orkres
(Olah Raga Kreasi dan Seni)

6. PSDMO
(Pengembangan sumber daya manusia dan Organisasi)

7. R&E
(Riset dan Edukasi)

8. P
& K (Pendidikan dan keilmuan)

9. Danus
(Dana Usaha)

10. Pengmas
(Pengabdian Masyarakat)

 

Sangat
dinantikan partisipasi dari rekan –
rekan semua demi terciptanya Fasilkom yang lebih baik. Buat 30 pendaftar
pertama akan mendapat sebuah pin cantik J

Wassalamualaikum wr.wb.

     Humas BEM Fasilkom

..The Experience of Life..

Thursday, May 18th, 2006

Dalam hidupku,
Kadang aku menemui masa sulit ,
namun itu kesempatanku untuk tumbuh
menjadi lebih dewasa & bijaksana!
Kadang aku menemui Keterbatasan
pada diriku, namun itu kesempatanku
untuk mengembangkan diriku!
Kadang aku Menemui Kesalahan &
Kegagalan, namun itu memberikanku
pelajaran yang sangat berharga dan
kesempatan untuk BANGKIT kembali!
Kadang aku merasa memiliki
Ketidakpunyaan, namun itu
kesempatanku untuk MENCARI!
Kadang aku dihadapkan pada suatu
Tantangan baru, namun itu
kesempatanku untuk membangun
kekuatan & karakter!
Kadang aku merasa Sakit dan marah,
namun itu memberikanku kesempatan
untuk bersabar
Kadang aku merasa diriku LEMAH dan
tak berdaya, namun itu tanda bahwa
Aku memerlukan Tuhan.
TERNYATA,Tidak ada yang buruk
dalam diriku , semua POSITIF, semua
BERMAKNA., semua BERHARGA..
Aku bersyukur kepada-Nya atas semua
kejadian yg kualamiAku BAHAGIA.
Thanks God you give me a Life..
-Im a  member of Motivasy!-^M^-:

Hargailah…

Wednesday, May 17th, 2006

BUKU TELEPON

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat
suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan
buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada
murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari
mulutnya keluar sebuah pertanyaan.

"Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat
terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun,
pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah
hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?"
Murid-murid tampak saling pandang.
Terdengar suara lagi dari guru, "Ya,ceritakanlah satu
hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu…". Lagi-lagi
semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan
guru itu menunjuk pada seorang murid. "Nah, kamu yang
berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui?
Berbagilah dengan teman-teman! mu…"

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid,
"Seminggu yang lalu, adalah masa yang sangat besar
buatku. Orangtuaku, baru saja membelikan sebuah motor,
persis seperti yang aku impikan selama ini".
Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang
menunggang sesuatu.
"Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada
yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu!"

Sang guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid
lainnya. Maka,terdengarlah beragam cerita dari
murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja
mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat
melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada
murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki
gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang
mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah
bicara, hingga terdengar suara dari arah belakang.

"Pak Guru..Pak, aku belum bercerita".

Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput
dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti
saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar
yang mereka punya.

"Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua", ujar
Pak Guru kepada murid berambut lurus itu. "Apa hal
terbesar yang kamu dapatkan?", Pak Guru mengulang
pertanyaannya kembali.

"Keberhasilan terbesar buatku, dan juga buat
keluargaku adalah..saat nama keluarga kami tercantum
dalam buku telpon yang baru terbit 3 hari yang lalu".

Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil
yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum
simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak
mendengar cerita itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, "Ha? aku sudah
sejak lahir menemukan nama keluargaku di buku telpon.
Buku Telpon? Betapa menyedihkan…hahaha".

Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, "Apa tak ada
hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang
lumrah semacam itu?"

Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih
memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi
ini, sambil mengangkat tangan.

"Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar
cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak…"

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.
"Ya. Memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah
aku dapatkan. Dulu, Ayahku bukanlah orang baik-baik.
Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami
tak pernah menetap, karena selalu merasa dikejar
polisi".
Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin
dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.
"Tapi, kini Ayah telah berubah. Dia telah mau menjadi
Ayah yang baik buat keluargaku. Sayang, semua itu
butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan
yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja.
Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela
meminjamkan modal buat Ayahku. Dan kini, Ayah
berhasil. Bukan hanya itu, Ayah juga membeli sebuah
rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu
berpindah-pindah lagi". "Tahukah kalian, apa artinya
kalau nama keluargamu ada di buku telpon? Itu artinya,
aku tak perlu lagi merasa takut setiap malam
dibangunkan ayah untuk terus berlari. Itu artinya, aku
tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang aku
sayangi. Itu juga berarti, aku tak harus tidur di
dalam mobil setiap malam yang dingin. Dan itu artinya,
aku, dan juga keluargaku, adalah sama derajatnya
dengan keluarga-keluarga lainnya". Matanya kembali
menerawang. Ada bulir bening yang mengalir.
"Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang aku
dapatkan nanti…".

Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid
tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen
tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan
hikmah tentang pencapaian besar, dan
kebahagiaan.Mereka juga belajar satu hal :

"Bersyukurlah dan berbesar hatilah setiap kali
mendengar keberhasilan orang lain. Sekecil apapun…
Sebesar apapun".